Persepsi
Hari ini banyak banget orang-orang yang mengaku bahwa "dia" yang salah, "itu" yang salah. Gak ada yang berani ngaku kita yang salah. Segala teori dan paham yang pernah ada ikut dipersalahkan.
Teori Kelas, Teori Kapitalisasi, Identitas dan banyak teori lain, mungkin juga teori Phytagoras atau Fisika.
Teori-teori itu hanya fenomena yang ikut mewarnai dunia, perdamaian dan perang diklaim sebagai ekses logis.
Mungkin kita ngga sadar kalo Tuhan hanya menciptakan fenomena dan tidak sekali-sekali menciptakan imbasnya.
Filsafat kini mulai bergeser konsentrasinya, dari penalaran ke hasrat, saat ini hasrat manusia yang dominan mewarnai dunia. Segala fenomena diinterpretasi dan dipersepsi sekehendak hasrat. Akibat yang paling menakutkan adalah Hobbesian modern seperti yang terjadi pada frame politik di AS. Manusia sebelum ada hukum adalah berperang, Homo Homini Lupus.
Pada akhirnya interpretasi ini mempersepsi kehidupan manusia, kesalahan teori dan fenomena lainnya hanyalah alibi.
Sampai kapan era hasrat manusia bakal mendominasi kehidupan di dunia yang berwarna makin gelap ini?
September 22nd, 2008 at 9:07 pm
Sampai kiamat sampai dunia semakin gelasp sampai semua manusia buta akibat gelapnya ilmu dan gelapnya materialisme.
Moga-moga Habis Gelap Terbitlah Terang